Salah satu kawasan wisata Jogja yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan adalah kawasan Malioboro. Suasana Malioboro memang menjadi suasana yang sangat nyaman untuk ditelusuri. Selain itu ada banyak sekali tempat wisata di Jogja dekat Malioboro yang bisa didatangi dengan mudah oleh para wisatawan dengan becak, delman, atau bahkan jalan kaki.
Keraton Yogyakarta Hadiningrat
![]() |
| Kraton Yogyakarta Hadiningrat |
Siapa yang tidak tahu Kraton Yogyakarta? Hampir semua
wisatawan yang datang ke Jogja pasti mampir ke sana. Kraton ini berada di dekat
Malioboro dan bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Banyak wisatawan yang mampir ke sana dengan tujuan wisata.
Biasanya wisatawan juga menunggu pementasan tari di dalam Kraton tersebut.
Namun banyak juga yang hanya melihat-lihat sambil berfoto-foto.
Sebenarnya bangunan Kraton ini memang lama dan kuno. Namun
kekunoan itulah yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Taman Sari
![]() |
| Taman Sari |
Salah satu komplek Kraton Jogja adalah Taman Sari Water
Castle. Lokasi ini merupakan lokasi mandi para raja dan ratu dari Kraton Jogja
di zaman dahulu.
Di zaman sekarang, lokasi ini hanya dipergunakan sebagai
wisata. Di sana ada kolam renang yang merupakan tempat mandi dan berenang raja
dan para ratunya.
Sementara itu, di bagian belakang Taman Sari, ada juga
banyak bangunan tua yang menarik untuk diambil gambarnya.
Salah satunya adalah Masjid Bawah Tanah di Taman Sari yang
begitu populer di media sosial. Di sana ada sebuah tangga penghubung yang sudah
tua namun sangat eksotis untuk berfoto-foto.
Masjid Gede Kauman
![]() |
| Masjid Gede Kauman |
Masjid ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat
Jogja dan juga sering dikunjungi sebagai lokasi wisatawan beristirahat sejenak
sambil beribadah.
Masjid ini merupakan masjid raya yang umurnya lebih dari dua
abad atau 200 tahun. Tentu saja ada banyak kisah dan sejarah yang
melatarbelakangi berdirinya dan berjayanya masjid ini.
Bangunan masjid ini juga memiliki gaya arsitektur yang kuno
dan mirip dengan Kraton Yogyakarta. Hal ini memberikan kesan wisata sejarah dan
budaya yang berbeda dengan masjid lainnya.
Tugu Jogja
![]() |
| Tugu Jogja |
Tugu Jogja merupakan sebuah tugu di tengah jalan di sekitar
Malioboro yang bernama Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih. Tugu ini memiliki
potensi sejarah yang khas di Jogjakarta.
Walau lokasinya berada di tengah jalan raya, ada banyak
wisatawan yang mengunjunginya untuk sekadar berfoto, baik di siang hari maupun
malam hari. Konon, tugu ini memiliki sejarah yang panjang hingga akhirnya
menjadi ikon kota Yogyakarta.
Tugu yang dibangun pada 1755 ini usianya sudah sangat tua.
Dulu Pangeran Raden Mas Sujadan (Sultan Hamengkubuwono I) yang membangun tugu
ini sebagai lambang persatuan untuk melawan Belanda.
Malioboro
![]() |
| Malioboro |
Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris
yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal
dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja
pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough
Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di pusat kota
Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan
perekonomian. Secara simbolis juga bermaksud untuk menandingi kekuasaan Keraton
atas kemegahan Istananya yang mendominasi kawasan tersebut.
Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari
bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Salah satu
cara berbelanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk
komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh
pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro. Berbagai
macam cederamata dan kerajinan dapat anda dapatkan disini seperti kerajinan
dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya.
Titik Nol Kilometer
![]() |
| Titik 0 Km Jogja |
Jika berjalan terus dari arah stasiun ke arah Malioboro,
maka akan ditemui sebuah penanda Nol Kilometer Yogyakarta yang khas. Itulah
Titik Nol Kilometer Jogja.
Di sana ada banyak bangunan kolonial belanda yang sering
didatangi wisatawan untuk sekadar berburu foto suasana Jogja. Bahkan kawasan
ini juga ramai dikunjungi di malam hari.
Saat malam, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Salah
satunya berkumpul dengan teman-teman sambil melihat aksi maupun kesenian dari
para komunitas di Jogja. Jika penasaran, datang saja langsung ke sana.
Stasiun Tugu
Selain Lempuyangan, Yogyakarta juga memiliki stasiun yang
khas, yaitu Stasiun Tugu Jogja. Stasiun ini merupakan awal kedatangan sebagian
wisatawan. Dari stasiun inilah kebanyakan petualangan dimulai.
Wisatawan yang berasal dari stasiun tugu biasanya akan
mengeksplor kawasan tugu dan Malioboro. Bahkan banyak juga yang mencari
penginapan. Stasiun Tugu ini menjadi sebuah lokasi awal kegiatan pariwisata.
Banyak juga wisatawan yang datang ke Stasiun Tugu walaupun
mereka tidak menggunakan fasilitas kereta api dari sana. Tujuannya untuk
berfoto-foto.
Benteng Vredeburg
![]() |
| Benteng Vredeburg |
Di sekitar Titik Nol Kilometer ada sebuah bangunan kolonial
yang besar dan memiliki ciri khas unik dari segi bangunannya. Namanya adalah
Benteng Vredeburg. Museum ini buka setiap hari kecuali hari senin.
Wisatawan bisa datang di siang hari ke lokasi ini dan
berfoto di depan benteng. Wisatawan juga bisa masuk ke dalamnya untuk melihat
museum Jogjakarta yang menyimpan banyak koleksi bersejarah.
Saat malam, ada banyak wisatawan yang datang juga ke sana
untuk menikmati suasana malam Jogjakarta bersama banyak komunitas yang
Pasar Beringharjo
![]() |
| Pasar Beringharjo |
Tertarik dengan wisata belanja? Di sekitar Malioboro ada
sebuah pasar kuno yang namanya adalah Pasar Beringharjo. Pasar ini ada di
sepanjang Jalan Malioboro.
Banyak wisatawan yang berbelok ke pasar tersebut dan
berbelanja segala macam ole-oleh. Ada juga wisatawan yang mampir hanya untuk
sarapan atau makan siang. Tentu saja harga makanan di sini jauh lebih murah
daripada di angkringan.
Pasar ini bisa didatangi dengan berjalan kaki. Namun bisa
juga didatangi dengan becak atau delman. Wisatawan bisa berbelanja sepuasnya di
sana.
Taman Pintar
![]() |
| Taman Pintar |
Di dekat Malioboro juga ada wisata edukasi yang menarik dan
cukup ramai dikunjungi wisatawan. Namanya adalah Taman Pintar Yogyakarta. Jika
datang ke Jogja, mampirlah ke sana.
Lokasi wisata ini merupakan lokasi wisata berbasis edukasi
yang baik untuk anak-anak. Kebanyakan yang datang adalah keluarga dan
anak-anak.
Tempat wisata ini sangat populer. Bahkan ada yang mengatakan
bahwa wisatawan yang belum ke Taman Pintar Yogyakarta berarti belum lengkap
kegiatan wisatanya di Jogja. Objek wisata ini juga cukup murah untuk
dikunjungi.
Museum Kereta
![]() |
| Museu Kereta |
Masih di sekitar Malioboro, lebih tepatnya di sekitar Kraton
Jogja, ada sebuah museum kereta yang sangat bersejarah. Namanya adalah Museum Kereta.
Jika belum pernah masuk ke sana, jangan berpikir bahwa kamu
akan melihat banyak kereta api, karena kereta yang dimaksud adalah kendaraan
kraton.
Museum ini menyimpan banyak koleksi kendaraan kuno yang
merupakan kereta kuda yang digunakan oleh para raja. Museum ini menyimpan
banyak bukti sejarah yang berkaitan dengan Kraton Jogjakarta. Selain itu ada
beberapa lukisan yang menggambarkan suasana Jogja di masa lalu.
Pasar Kembang (Sarkem)
![]() |
| Pasar Kembang(Sarkem) |
Pasar Kembang merupakan sebuah nama yang mungkin sudah cukup
familiar bagi masyarakatYogyakarta bahkan Masyarakat Indonesia dan dunia. Ya, tentu
saja karena Pasar kembang yang juga sering disebut Sarkem adalah sebuah nama
jalan yang dikenal sebagai areal prostitusi di Kota Yogyakarta. Secara
administratif wilayah ini merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tengen,
tepatnya berada di RW Sosrowijayan Kulon. Tetapi kemudian masyarakat lebih
mengenal dan menyebut RW Sosrowijayan Kulon ini dengan nama Sarkem yang atau
ada juga yang menyebut wilayah ini dengan Gang 3, karena wilayah sarkem adalah
gang ketiga dari arah Timur Jalan Pasar kembang.
Meskipun demikian terkenalnya Pasar Kembang sebagai kawasan
prostitusi di Kota Yogyakarta, namun pemerintah Kota saat ini dalam hal
ini Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak mengharapkan apabila Lokasi
Pasar kembang diangkat sebagai kawasan wisata prostitusi. Beliau lebih
menghendaki kawasan ini lebih diangkat sebagai kawasan wisata yang menyediakan
oleh-oleh serta kesenian dan budaya khas Yogyakarta. Hal tersebut tentu saja
sangat beralasan karena tidak ingin mengangkat citra Kota Yogyakarta menjadi
Kota yang buruk. Wisatawan Yogyakarta kadang memang dianjurkan untuk
mengunjungi lokasi ini, namun diharapkan dengan kunjungan tersebut para
wisatawan dapat mendapat pengalaman dari sisi historis bukan dari segi
prostitusinya.
Kebun Binatang Gembira Loka
![]() |
| Kebun Binatang Gembiraloka |
Jika ingin suasana yang berbeda di Jogjakarta, namun tidak
ingin jauh-jauh meninggalkan kawasan Malioboro, datang saja ke Kebun Binatang
Gembira Loka. Lokasinya tidak jauh dari Malioboro.
Kebun binatang ini luasnya mencapai 20 hektar dengan lebih
dari 100 koleksi satwa. Selain itu ada juga 61 spesies flora yang dipelihara.
Untuk wisatawan yang membawa anak kecil, di sana juga banyak wahana permainan.
Wisatawan dari luar daerah banyak yang datang ke sana untuk
menikmati suasana istirahat. Kabarnya kebun binatang ini berasal dari lokasi
pemeliharaan satwa dari Keraton Yogyakarta.
Museum Sonobudoyo
![]() |
| Museum Sonobudoyo |
Museum yang terletak di bagian utara Alun-alun Utara dari
kraton Yogyakarta itu pada malam hari juga menampilkan pertunjukkan wayang
kulit dalam bentuk penampilan aslinya (dengan menggunakan bahasa Jawa diiringi
dengan musik gamelan Jawa). Pertunjukan wayang kulit ini disajikan secara
ringkas dari jam 8:00-10:00 malam pada hari kerja untuk para turis asing maupun
turis domestik.
Museum Sonobudoyo dapat dijangkau dengan mudah dari Kraton Yogyakarta, berada
di seberang Alun Alun Utara Yogyakarta. Untuk melihat beragam koleksi keris,
prosedurnya cukup sulit karena mesti meminta ijin pada pimpinan museum. Hal itu
disebabkan karena banyak koleksi keris masih disimpan di ruang koleksi, belum
ditampilkan untuk umum.
Benda pertama yang dijumpai di museum ini yang berkaitan dengan keris adalah
wesi budha, merupakan bahan baku pembuatan keris yang digunakan sekitar tahun
700-an Masehi, atau di jaman kejayaan Kerajaan Mataram Hindu. Beberapa keris
yang dipasang merupakan keris lurus, keris luk (secara sederhana merupakan
tonjolan yang ada di sisi kanan dan kiri keris) 7, keris luk 11 dan keris luk
13. Umumnya, keris yang disimpan pada ruangan pameran yang bisa dilihat umum
ini merupakan keris dari Jawa.
Museum Dewantara Kirti Griya
![]() |
| Museum Dewantara Kirti Griya |
Museum ini dahulunya merupakan tempat tinggal Ki Hajar
Dewantara di Jl. Tamansiswa No. 31 Yogyakarta dan diresmikan menjadi Museum
pada tanggal 2 Mei 1970. Museum ini banyak mengoleksi benda Peninggalan Ki
Hajar Dewantara dengan jumlah Koleksi mencapai 3.000 buah yang meliputi :
perabot rumah tangga, naskah, foto, koran, buku, majalah dan surat-surat.
Koleksi termuda berupa naskah Syair tahun 2003 karya Koh Hwat seorang keturunan
Tionghoa.
Museum Perjuangan Yogyakarta
![]() |
| Museum Perjuangan Jogja |
Museum Perjuangan Yogyakarta berisi berbagai koleksi
benda-benda sejarah mulai dari bermacam-macam patung, relief, foto-foto
perjuangan serta peralatan sehari-hari yang dipergunakan pada periode tahun
1908-1940an. Koleksinya mencapai sekitar 200 koleksi. Ketika memasuki museum
ini, para wisatawan juga akan disuguhi berbagai relief yang tertempel
didinding-dinding museum. Relief tersebut menceritakan berbagai sejarah,
seperti Taman Siswa, Budi Utomo, Muhammadiyah, Universitas Gadjah Mada, dan
tentunya juga para pahlawan nasional.
Museum Pangeran Diponegoro
![]() |
| Museum Pangeran Diponegoro |
Museum ini dibangun untuk memperingati kepahlawanan Pangeran
Diponegoro atas jasanya melawan penjajahan Belanda di tanah Jawa memiliki
koleksi sejumlah 195 buah termasuk beberapa peninggalan artefak yang berada di
luar gedung seperti tempat wudhu, comboran (tempat minum kuda), yoni dan
dinding berlubang (tembok jebol) yang merupakan jalan meloloskan diri Pangeran
Diponegoro dari kepungan Belanda.
Sebagian besar Koleksi berupa peralatan perang di masa pra
kemerdekaan seperti keris, tombak, pedang, cincin, subang, timang, bedhil,
tameng, bandhil, perlengkapan kuda dan panah. Monumen ini merupakan bukti
kegigihan Pangeran Diponegoro, seorang putra Sultan Hamengku Buwana III yang
pada tahun 1825 - 1830 melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.
Dinding yang jebol merupakan artefak yang dapat Anda lihat di sana.
Itulah sedikit ulasan tentang beberapa tempat wisata populer di Kotamadya Yogyakarta yang bisa dijadikan referensi jika sewaktu-waktu ingin berkunjung kesana.
Call / Whatsapp 089688332001/0895605544128
Bbm 5C73C90D
Email rahmatsinartransportjogja@hotmail.com
















Komentar
Posting Komentar