Tempat Wisata di Kotamadya Yoyakarta

Jogja memberikan sebuah nuansa yang masih kental hingga saat ini. Daya tarik wisatanya pun tetap mempesona. Akibatnya masih banyak wisatawan yang datang ke Jogja, walaupun mungkin kebanyakan dari mereka juga sudah pernah datang sebelumnya.
Salah satu kawasan wisata Jogja yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan adalah kawasan Malioboro. Suasana Malioboro memang menjadi suasana yang sangat nyaman untuk ditelusuri. Selain itu ada banyak sekali tempat wisata di Jogja dekat Malioboro yang bisa didatangi dengan mudah oleh para wisatawan dengan becak, delman, atau bahkan jalan kaki.





Keraton Yogyakarta Hadiningrat

Kraton Yogyakarta Hadiningrat
Siapa yang tidak tahu Kraton Yogyakarta? Hampir semua wisatawan yang datang ke Jogja pasti mampir ke sana. Kraton ini berada di dekat Malioboro dan bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Banyak wisatawan yang mampir ke sana dengan tujuan wisata. Biasanya wisatawan juga menunggu pementasan tari di dalam Kraton tersebut. Namun banyak juga yang hanya melihat-lihat sambil berfoto-foto.
Sebenarnya bangunan Kraton ini memang lama dan kuno. Namun kekunoan itulah yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.



Taman Sari

Taman Sari
Salah satu komplek Kraton Jogja adalah Taman Sari Water Castle. Lokasi ini merupakan lokasi mandi para raja dan ratu dari Kraton Jogja di zaman dahulu.
Di zaman sekarang, lokasi ini hanya dipergunakan sebagai wisata. Di sana ada kolam renang yang merupakan tempat mandi dan berenang raja dan para ratunya.
Sementara itu, di bagian belakang Taman Sari, ada juga banyak bangunan tua yang menarik untuk diambil gambarnya.
Salah satunya adalah Masjid Bawah Tanah di Taman Sari yang begitu populer di media sosial. Di sana ada sebuah tangga penghubung yang sudah tua namun sangat eksotis untuk berfoto-foto.



Masjid Gede Kauman

Masjid Gede Kauman
Masjid ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat Jogja dan juga sering dikunjungi sebagai lokasi wisatawan beristirahat sejenak sambil beribadah.
Masjid ini merupakan masjid raya yang umurnya lebih dari dua abad atau 200 tahun. Tentu saja ada banyak kisah dan sejarah yang melatarbelakangi berdirinya dan berjayanya masjid ini.
Bangunan masjid ini juga memiliki gaya arsitektur yang kuno dan mirip dengan Kraton Yogyakarta. Hal ini memberikan kesan wisata sejarah dan budaya yang berbeda dengan masjid lainnya.



Tugu Jogja

Tugu Jogja
Tugu Jogja merupakan sebuah tugu di tengah jalan di sekitar Malioboro yang bernama Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih. Tugu ini memiliki potensi sejarah yang khas di Jogjakarta.
Walau lokasinya berada di tengah jalan raya, ada banyak wisatawan yang mengunjunginya untuk sekadar berfoto, baik di siang hari maupun malam hari. Konon, tugu ini memiliki sejarah yang panjang hingga akhirnya menjadi ikon kota Yogyakarta.
Tugu yang dibangun pada 1755 ini usianya sudah sangat tua. Dulu Pangeran Raden Mas Sujadan (Sultan Hamengkubuwono I) yang membangun tugu ini sebagai lambang persatuan untuk melawan Belanda.



Malioboro

Malioboro
Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough
Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian. Secara simbolis juga bermaksud untuk menandingi kekuasaan Keraton atas kemegahan Istananya yang mendominasi kawasan tersebut.
Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Salah satu cara berbelanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro. Berbagai macam cederamata dan kerajinan dapat anda dapatkan disini seperti kerajinan dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya.




Titik Nol Kilometer

Titik 0 Km Jogja
Jika berjalan terus dari arah stasiun ke arah Malioboro, maka akan ditemui sebuah penanda Nol Kilometer Yogyakarta yang khas. Itulah Titik Nol Kilometer Jogja.
Di sana ada banyak bangunan kolonial belanda yang sering didatangi wisatawan untuk sekadar berburu foto suasana Jogja. Bahkan kawasan ini juga ramai dikunjungi di malam hari.
Saat malam, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Salah satunya berkumpul dengan teman-teman sambil melihat aksi maupun kesenian dari para komunitas di Jogja. Jika penasaran, datang saja langsung ke sana.
Stasiun Tugu
Selain Lempuyangan, Yogyakarta juga memiliki stasiun yang khas, yaitu Stasiun Tugu Jogja. Stasiun ini merupakan awal kedatangan sebagian wisatawan. Dari stasiun inilah kebanyakan petualangan dimulai.
Wisatawan yang berasal dari stasiun tugu biasanya akan mengeksplor kawasan tugu dan Malioboro. Bahkan banyak juga yang mencari penginapan. Stasiun Tugu ini menjadi sebuah lokasi awal kegiatan pariwisata.
Banyak juga wisatawan yang datang ke Stasiun Tugu walaupun mereka tidak menggunakan fasilitas kereta api dari sana. Tujuannya untuk berfoto-foto.



Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg
Di sekitar Titik Nol Kilometer ada sebuah bangunan kolonial yang besar dan memiliki ciri khas unik dari segi bangunannya. Namanya adalah Benteng Vredeburg. Museum ini buka setiap hari kecuali hari senin.
Wisatawan bisa datang di siang hari ke lokasi ini dan berfoto di depan benteng. Wisatawan juga bisa masuk ke dalamnya untuk melihat museum Jogjakarta yang menyimpan banyak koleksi bersejarah.
Saat malam, ada banyak wisatawan yang datang juga ke sana untuk menikmati suasana malam Jogjakarta bersama banyak komunitas yang 



Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo
Tertarik dengan wisata belanja? Di sekitar Malioboro ada sebuah pasar kuno yang namanya adalah Pasar Beringharjo. Pasar ini ada di sepanjang Jalan Malioboro.
Banyak wisatawan yang berbelok ke pasar tersebut dan berbelanja segala macam ole-oleh. Ada juga wisatawan yang mampir hanya untuk sarapan atau makan siang. Tentu saja harga makanan di sini jauh lebih murah daripada di angkringan.
Pasar ini bisa didatangi dengan berjalan kaki. Namun bisa juga didatangi dengan becak atau delman. Wisatawan bisa berbelanja sepuasnya di sana.



Taman Pintar

Taman Pintar
Di dekat Malioboro juga ada wisata edukasi yang menarik dan cukup ramai dikunjungi wisatawan. Namanya adalah Taman Pintar Yogyakarta. Jika datang ke Jogja, mampirlah ke sana.
Lokasi wisata ini merupakan lokasi wisata berbasis edukasi yang baik untuk anak-anak. Kebanyakan yang datang adalah keluarga dan anak-anak.
Tempat wisata ini sangat populer. Bahkan ada yang mengatakan bahwa wisatawan yang belum ke Taman Pintar Yogyakarta berarti belum lengkap kegiatan wisatanya di Jogja. Objek wisata ini juga cukup murah untuk dikunjungi.



Museum Kereta

Museu Kereta
Masih di sekitar Malioboro, lebih tepatnya di sekitar Kraton Jogja, ada sebuah museum kereta yang sangat bersejarah. Namanya adalah Museum Kereta.
Jika belum pernah masuk ke sana, jangan berpikir bahwa kamu akan melihat banyak kereta api, karena kereta yang dimaksud adalah kendaraan kraton.
Museum ini menyimpan banyak koleksi kendaraan kuno yang merupakan kereta kuda yang digunakan oleh para raja. Museum ini menyimpan banyak bukti sejarah yang berkaitan dengan Kraton Jogjakarta. Selain itu ada beberapa lukisan yang menggambarkan suasana Jogja di masa lalu.



Pasar Kembang (Sarkem)

Pasar Kembang(Sarkem)
Pasar Kembang merupakan sebuah nama yang mungkin sudah cukup familiar bagi masyarakatYogyakarta bahkan Masyarakat Indonesia dan dunia. Ya, tentu saja karena Pasar kembang yang juga sering disebut Sarkem adalah sebuah nama jalan yang dikenal sebagai areal prostitusi di Kota Yogyakarta. Secara administratif wilayah ini merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tengen, tepatnya berada di RW Sosrowijayan Kulon. Tetapi kemudian masyarakat lebih mengenal dan menyebut RW Sosrowijayan Kulon ini dengan nama Sarkem yang atau ada juga yang menyebut wilayah ini dengan Gang 3, karena wilayah sarkem adalah gang ketiga dari arah Timur Jalan Pasar kembang.
Meskipun demikian terkenalnya Pasar Kembang sebagai kawasan prostitusi di Kota Yogyakarta, namun pemerintah Kota saat ini dalam hal ini Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak mengharapkan apabila Lokasi Pasar kembang diangkat sebagai kawasan wisata prostitusi. Beliau lebih menghendaki kawasan ini lebih diangkat sebagai kawasan wisata yang menyediakan oleh-oleh serta kesenian dan budaya khas Yogyakarta. Hal tersebut tentu saja sangat beralasan karena tidak ingin mengangkat citra Kota Yogyakarta menjadi Kota yang buruk. Wisatawan Yogyakarta kadang memang dianjurkan untuk mengunjungi lokasi ini, namun diharapkan dengan kunjungan tersebut para wisatawan dapat mendapat pengalaman dari sisi historis bukan dari segi prostitusinya.



Kebun Binatang Gembira Loka

Kebun Binatang Gembiraloka
Jika ingin suasana yang berbeda di Jogjakarta, namun tidak ingin jauh-jauh meninggalkan kawasan Malioboro, datang saja ke Kebun Binatang Gembira Loka. Lokasinya tidak jauh dari Malioboro.
Kebun binatang ini luasnya mencapai 20 hektar dengan lebih dari 100 koleksi satwa. Selain itu ada juga 61 spesies flora yang dipelihara. Untuk wisatawan yang membawa anak kecil, di sana juga banyak wahana permainan.
Wisatawan dari luar daerah banyak yang datang ke sana untuk menikmati suasana istirahat. Kabarnya kebun binatang ini berasal dari lokasi pemeliharaan satwa dari Keraton Yogyakarta.



Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo
Museum yang terletak di bagian utara Alun-alun Utara dari kraton Yogyakarta itu pada malam hari juga menampilkan pertunjukkan wayang kulit dalam bentuk penampilan aslinya (dengan menggunakan bahasa Jawa diiringi dengan musik gamelan Jawa). Pertunjukan wayang kulit ini disajikan secara ringkas dari jam 8:00-10:00 malam pada hari kerja untuk para turis asing maupun turis domestik.

Museum Sonobudoyo dapat dijangkau dengan mudah dari Kraton Yogyakarta, berada di seberang Alun Alun Utara Yogyakarta. Untuk melihat beragam koleksi keris, prosedurnya cukup sulit karena mesti meminta ijin pada pimpinan museum. Hal itu disebabkan karena banyak koleksi keris masih disimpan di ruang koleksi, belum ditampilkan untuk umum.

Benda pertama yang dijumpai di museum ini yang berkaitan dengan keris adalah wesi budha, merupakan bahan baku pembuatan keris yang digunakan sekitar tahun 700-an Masehi, atau di jaman kejayaan Kerajaan Mataram Hindu. Beberapa keris yang dipasang merupakan keris lurus, keris luk (secara sederhana merupakan tonjolan yang ada di sisi kanan dan kiri keris) 7, keris luk 11 dan keris luk 13. Umumnya, keris yang disimpan pada ruangan pameran yang bisa dilihat umum ini merupakan keris dari Jawa. 




Museum Dewantara Kirti Griya

Museum Dewantara Kirti Griya
Museum ini dahulunya merupakan tempat tinggal Ki Hajar Dewantara di Jl. Tamansiswa No. 31 Yogyakarta dan diresmikan menjadi Museum pada tanggal 2 Mei 1970. Museum ini banyak mengoleksi benda Peninggalan Ki Hajar Dewantara dengan jumlah Koleksi mencapai 3.000 buah yang meliputi : perabot rumah tangga, naskah, foto, koran, buku, majalah dan surat-surat. Koleksi termuda berupa naskah Syair tahun 2003 karya Koh Hwat seorang keturunan Tionghoa.



Museum Perjuangan Yogyakarta

Museum Perjuangan Jogja
Museum Perjuangan Yogyakarta berisi berbagai koleksi benda-benda sejarah mulai dari bermacam-macam patung, relief, foto-foto perjuangan serta peralatan sehari-hari yang dipergunakan pada periode tahun 1908-1940an. Koleksinya mencapai sekitar 200 koleksi. Ketika memasuki museum ini, para wisatawan juga akan disuguhi berbagai relief yang tertempel didinding-dinding museum. Relief tersebut menceritakan berbagai sejarah, seperti Taman Siswa, Budi Utomo, Muhammadiyah, Universitas Gadjah Mada, dan tentunya juga para pahlawan nasional.



Museum Pangeran Diponegoro

Museum Pangeran Diponegoro
Museum ini dibangun untuk memperingati kepahlawanan Pangeran Diponegoro atas jasanya melawan penjajahan Belanda di tanah Jawa memiliki koleksi sejumlah 195 buah termasuk beberapa peninggalan artefak yang berada di luar gedung seperti tempat wudhu, comboran (tempat minum kuda), yoni dan dinding berlubang (tembok jebol) yang merupakan jalan meloloskan diri Pangeran Diponegoro dari kepungan Belanda.
Sebagian besar Koleksi berupa peralatan perang di masa pra kemerdekaan seperti keris, tombak, pedang, cincin, subang, timang, bedhil, tameng, bandhil, perlengkapan kuda dan panah. Monumen ini merupakan bukti kegigihan Pangeran Diponegoro, seorang putra Sultan Hamengku Buwana III yang pada tahun 1825 - 1830 melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Dinding yang jebol merupakan artefak yang dapat Anda lihat di sana.






Itulah sedikit ulasan tentang beberapa tempat wisata populer di Kotamadya Yogyakarta yang bisa dijadikan referensi jika sewaktu-waktu ingin berkunjung kesana.






Call / Whatsapp 089688332001/0895605544128

Bbm 5C73C90D

Email rahmatsinartransportjogja@hotmail.com

Komentar